Sejarah Singkat Dadaisme

16 Agustus 2011 | 1:19 WIB | 798 Views

    dAdA adalah pergerakan yang tidak bergerak
    dAdA adalah seni yang anti seni
    dAdA adalah ekspresi abstrak murni seseorang yang belum tersentuh oleh suatu apapun
    dAdA adalah perayaan lahirnya sesuatu yang baru, bebas & tidak mengkotakkan dirinya dalam kelas
    dAdA adalah dAdA

Sejarah dada adalah sebuah pembuktian bahwa visi sekumpulan anak muda yang progresif revolusioner akan didengar oleh dunia.

Berawal saat berkumpulnya Hugo Ball, Jean Arp, Richard Hulsenbeck, Tristan Tzara, Marcel Janco, dan Emmy Hennings di tahun 1916. Sekumpulan artis muda Eropa yang muak terhadap pemikiran-pemikiran konservatif yang menyeret mereka ke perang dunia ke 1 kala itu. Mereka hijrah ke Zurich, Swiss sebuah negara netral yang tidak memihak manapun. Mereka hendak membuat sebuah pergerakan yang menegaskan oposisi mereka terhadap permasalahan-permasalahan di Eropa kala itu, khususnya pemikiran para borjuis nasionalis dan kolonial kapitalis. Hugo Ball ditetapkan sebagai pimpinan pergerakan dada Zurich.

Nama dada sendiri diambil saat mereka menusukan sebuah pisau ke kamus Jerman-Perancis, mata pisau itu menunjuk ke kata dada. Yang artinya adalah mainan kuda-kudaan dalam bahasa Perancis dan selamat tinggal dalam bahasa Jerman.

Pada tahun yang sama mereka membuat pergelaran Cabaret Voltaire. Sebuah pertunjukan kabaret yang sarat dengan unsur seni abstrak dan politik.

Setelah perang dunia ke-I berakhir, banyak dadais yang pulang ke negaranya masing-masing. Richard Hulsenbeck membentuk dada Berlin dan Tristan Tzara  ditunjuk menjadi pimpinan dada zurich menggantikan Hugo Ball.

Dada Berlin menjadi sebuah pergerakan yang lebih politis, dengan dukungan anggota mereka terhadap partai komunis. Sementara dada zurich tetap pada filosofi nihilistiknya.

Di era perang dunia ke-II, banyak dadais yang ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi Nazi. Nazi menganggap dada adalah pergerakan yang ilegal, karena banyak karya dadais yang mengkritik dan memojokan Hitler.

Ke depannya dadaisme berkembang menjadi pelopor bagi berbagai aliran seni seperti modern seperti kubism, seni pop, surealisme, fluxus, punk dan sebagainya.

Dada merupakan seni yang melampaui masanya.


  • resmi yulianti

    saya mahasiswa tingkat akhir jurusan sastra jepang yang kebetulan membuat skripsi tentang dadaisme dalam puisi jepang tapi saya ada kesulitan dalam menemukan referensi buku tentang sejarah dadaisme dan penyebarannya, saya ingin bertanya apakah ada referensi buku tentang dadaisme yang bapak ketahui?judulnya apa?dan dimana saya bisa mendapatkannya? terima kasih sebelumnya..

  • Pingback: Dadaisme | Once Upon A Time

View Desktop Version