Polisi Jangan Lupakan Sosok Hoegeng

19 Maret 2013 | 20:54 WIB | 214 Views
Jenderal Polisi Hoegeng

Jenderal Polisi Hoegeng

Penetapan tersangka kepada mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo, benar-benar mencoreng citra kepolisian. Belum lagi, setelah ditelusuri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata sang Jenderal punya aset kekayaan yang melimpah dan tersebar di mana-mana.

“Saya kira, ini sangat mencoreng wajah institusi kepolisian. Ini bisa menambah pesimisme masyarakat terhadap kepolisian sebagai lembaga penegakan hukum,” kata staff Deputi Politik Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Alif Kamal, di Jakarta, Selasa (19/3).

Menurut Alif, sebelum penetapan tersangka terhadap Irjen Djoko Susilo dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator di Korlantas Polri, institusi kepolisian sudah diperhadapkan dengan isu miring tentang adanya sejumlah petinggi kepolisian yang punya rekening gendut.

“Kasus Irjen Djoko Susilo ini cukup mengagetkan publik. Bagaimana seorang petinggi polisi punya aset yang sebegitu banyak,” tambahnya.

Padahal, kata Alif, selama ini pihak kepolisian sudah mendapat kritikan keras terhadap berbagai hal, seperti kasus salah tangkap di sejumlah daerah, penanganan aksi protes yang sangat represif, dan keterlibatan kepolisian dalam penanganan konflik agraria.

“Saya kira, masyarakat saat ini sangat merindukan sosok polisi yang jujur, sederhana, dan anti-korupsi. Sosok ini ada pada Jenderal Hoegeng, yang pernah menjadi Kapolri di tahun 1968-1971,” ujar Alif.

Alif mengatakan, jika kepolisian ingin kembali mendapatkan kepercaan rakyat, maka mereka harus meneladani sosok Jenderal Hoegeng. Tak hanya itu, ujar Alif, kepolisian juga harus benar-benar melakukan reformasi internal agar mereka lebih menghargai demokrasi dan HAM.

“Dulu sejarahwan JJ Rizal pernah bilang, Bhayangkara itu adalah pasukan pengawal raja. Nah, kita tidak mau kepolisian jadi pengawal penguasa. Tetapi ia harus menjadi pengayom dan pelindung rakyat,” tegas Alif.

Mahesa Danu


View Desktop Version