KASBI Peringati Hari Perempuan Sedunia

8 Maret 2013 | 20:28 WIB | 294 Views
Aksi massa Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) saat memperingati Hari Perempuan Sedunia, 8 Maret 2013.

Aksi massa Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) saat memperingati Hari Perempuan Sedunia, 8 Maret 2013.

Sedikitnya 800-an massa aksi yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar aksi massa untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia, di Jakarta, Jumat (8/3).

KASBI memulai aksinya dari depan Bunderan Hotel Indonesia (HI). Lalu, sekitar pukul 14.00 WIB, massa aksi KASBI bergerak menuju Istana Negara. Kendati diguyur hujan deras, massa aksi KASBI tetap bersemangat dan berbaris rapi menuju Istana Merdeka.

“Perempuan Indonesia masih mengalami persoalan ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Mayoritas perempuan Indonesia juga belum merasakan kesejahteraan,” kata Ketua Umum KASBI, Nining Elitos.

Menurut Nining, baik di pabrik maupun di tengah masyarakat, kaum perempuan masih sering mengalami perlakuan diskriminatif. “Untuk mendapatkan hak cuti haid, hak cuti melahirkan, pemeliharaan anak, kaum perempuan sering mendapatkan rintangan dan pelecehan,” ungkapnya.

Nining menegaskan, kaum perempuan dan rakyat Indonesia sedang berhadapan dengan sistem penjajahan baru yang disebut neoliberalisme. Sistem ekonomi ini, ujarnya, hanya mengutamakan akumulasi modal ketimbang kesejahteraan umat manusia.

“Di bawah sistem neoliberal ini, kaum perempuan mengalami penindasan ganda yang cukup berat. Perempuan sering menjadi korban PHK. Perlindungan atas hak reproduksi dihilangkan. Dan, karena politik upah murah, perempuan harus memeras keringat untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Dalam kerangka melawan neoliberalisme dan patriarkhi, Nining menyerukan agar kaum perempuan dan rakyat Indonesia memperkuat kesadaran dan keterlibatan politiknya.

“Kami yakin, usaha perbaikan sosial politik perempuan tidak bisa dilakukan melalui ruang-ruang dingin di parlemen, melainkan melalui gerakan ekstra-parlementer,” kata Nining.

Dalam tuntutannya, Konfederasi KASBI menuntut penghapusan segala bentuk diskriminasi, penghisapan, dan kekerasan terhadap perempuan. KASBI juga menuntut adanya perlindungan terhadap hak reproduksi kaum buruh, seperti hak cuti haid, melahirkan, menyusui, dan pemeliharaan kandungan.

Tak hanya itu, KASBI juga menyerukan perlawanan terhadap sistem kerja kontrak, outsourcing, dan politik upah murah.

Mahesa Danu


View Desktop Version