LMND Dan SRMI Tuban Tolak Kenaikan Harga BBM

20 Maret 2012 | 14:17 WIB | 137 Views
Demo-BBM (LMND, PRD, SRMI)

TUBAN (BO): Puluhan massa gabungan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM di kantor DPRD Tuban, Selasa (20/3/2012).

“Kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat. Mereka akan dipaksa menanggung kenaikan harga bahan pokok, kenaikan tariff angkutan, PHK massal, dan kenaikan biaya produksi usaha kecil,” kata koordinator aksi, M. Zainal Syafi’i.

Menurut Zainal, kondisi ekonomi rakyat sudah sangat terpuruk akibat kebijakan neoliberal rejim SBY-Budiono. Dan, kenaikan harga BBM akan menjadi beban yang akan makin menindih kehidupan rakyat yang sudah terpuruk itu.

LMND dan SRMI membawa tiga tuntutan: menolak kenaikan harga BBM, cabut UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas, dan kembalikan tata-kelola migas Indonesia sesuai dengan pasal 33 UUD 1945.

Dalam aksinya, massa aksi LMND dan SRMI mendesak anggota DPRD Tuban untuk mendukung gerakan rakyat menolak kenaikan harga BBM. Akhirnya, dua anggota DPRD Tuban, Sunoto dari PDIP dan Tri Astutik dari Gerindra, bergabung dengan massa aksi dan menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM.

Saat menutup aksinya, massa aksi LMND dan SRMI membakar foto Presiden SBY sebagai bentuk kekecewaan. “SBY sudah dua periode menjadi presiden. Ia sudah empat kali menaikkan harga BBM. Ini neoliberalis tulen,” ujar korlap aksi.

HENDRIK


View Desktop Version